Kota Makassar (Humas M2KM) – Upaya mewujudkan visi Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi yang dicanangkan melalui program Asta Protas Kementerian Agama RI mendapatkan momentum baru di Sulawesi Selatan. Nurhayati, guru Bimbingan dan Konseling (BK) MAN 2 Kota Makassar, meluncurkan buku panduan inovatif untuk mengubah wajah layanan bimbingan di madrasah.Buku berjudul “Buku Panduan L-KIK...
Kota Makassar (Humas M2KM) – Upaya mewujudkan visi Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi yang dicanangkan melalui program Asta Protas Kementerian Agama RI mendapatkan momentum baru di Sulawesi Selatan. Nurhayati, guru Bimbingan dan Konseling (BK) MAN 2 Kota Makassar, meluncurkan buku panduan inovatif untuk mengubah wajah layanan bimbingan di madrasah.
Buku berjudul “Buku Panduan L-KIK (Layanan Klasikal Interaktif dan Kreatif)” ini hadir sebagai antitesis terhadap layanan BK konvensional yang kerap dianggap kaku. Karya ini membedah bagaimana menciptakan ruang kelas yang manusiawi namun tetap memiliki capaian akademik yang terukur.
Inovasi Layanan yang "Ramah" dan "Unggul"
Dalam kerangka Pendidikan Ramah, buku ini menekankan pada pendekatan psikologis yang hangat untuk membangun well-being siswa. Nurhayati mengintegrasikan empat pilar utama—Pribadi, Sosial, Belajar, dan Karir—ke dalam metode yang lebih interaktif dan relevan dengan generasi digital.
"Kualitas pendidikan yang Unggul dimulai dari mentalitas siswa yang sehat. Buku ini disusun agar guru BK memiliki standar yang sistematis untuk mendampingi siswa, bukan sebagai 'polisi sekolah', melainkan sebagai mentor pertumbuhan," ungkap Nurhayati.
Integrasi Karakter di Era Digital
Langkah Nurhayati ini sejalan dengan pilar Pendidikan Terintegrasi dalam Asta Protas, di mana pengembangan karakter tidak dipisahkan dari proses belajar-mengajar. Dengan panduan ini, layanan klasikal dirancang untuk membangun empati dan resolusi konflik, sekaligus menyiapkan peta jalan karir siswa menuju dunia profesional.
Kepala MAN 2 Kota Makassar menegaskan bahwa literasi yang dihasilkan guru adalah aset penting dalam transformasi madrasah.
"Ini adalah manifestasi dari komitmen kami untuk tidak sekadar mengajar, tapi merancang ekosistem madrasah yang nyaman.. Jika siswanya bahagia, prestasi unggul akan mengikuti secara natural."
Penerbitan buku ini diharapkan menjadi pemantik bagi para guru BK di wilayah Sulawesi Selatan untuk melakukan standarisasi layanan yang lebih inklusif, sekaligus mempercepat tercapainya target-target strategis Kemenag RI dalam melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual dan stabil secara emosional.
(humas)
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!